SEBUAH JAWABAN TENTANG POLEMIK ARAH KIBLAT


SELAMAT MALAM SEMUANYA......

Walau agak telat mengenai hal ini dan di sebabkan adanya permintaan dari seorang sahabat di fb maka saya

Berusaha menjawab polemik arah kiblat....

sejarah tentang arah kiblat sudah lama berlansung dan terjadi perubahan besar saat Nabi merubahnya dari masjidil aqso ke masjidil haram...ka'bah saat ini mengikut perintah alloh swt, kemudian turunlah 

dalil2 yg mengajarkan tentang kiblat seperti ini,


“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah
mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah: 144)
dan juga sabda rosulluloh saw

Jika engkau hendak mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian
menghadaplah ke kiblat, dan bertakbirlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam Ka'bah, beliau berdo'a di
seluruh sisinya dan tidak melakukan shalat hingga beliau keluar darinya. Beliau
kemudian shalat dua rakaat di depan Ka'bah, lalu bersabda: "Inilah kiblat." (HR.
Bukhari dan Muslim)


“Arah antara timur dan barat adalah qiblat.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi
mengatakan hadits ini hasan shahih)

sehinggah sangat jelas bahwa Dari keterangan di atas, bisa kita simpulkan bahwa arah
kiblat untuk penduduk Indonesia yang letaknya di sebelah timur Ka’bah adalah barat.
Yang paling tepat adalah menghadap ke arah barat laut, tetapi jika melenceng sedikit
sehingga menghadap barat lurus, selama masih arah barat, maka shalatnya dikatakan sah.

DAN ADA satu hal yang sangat penting dari penting nya arah kiblat yaitu tentang sholat
itu sendiri
sabda nabi Rasulullah saw bersabda : ‘ U’BUDULLA-HA KA AN NAKA TARA-HU FA IN LAM TAKUN
TARA-HU FA INNAHU YARA-KA. Artinya "Sembahlah Allah seakan –akan kamu melihat-Nya, dan
apabila kamu tidak bisa melihat-Nya, maka yakinkanlah bahwa Allah melihat kamu". Dan
inilah yang disebut dengan IHSAN Demikianlah apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah
saw


firman alloh swt
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di
atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya
dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di
mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hadiid 4]

Jadi kalau kita masih terjebak dengan arah kiblat yg mana secarah hakiki...semua arah
tida berawal tidak berakhir di sebabkan oleh bulatnya bumi ini...harus benar2 tepat ke
rah ka'bah...APA MEMANGNYA ALLOH SWT BERTEMPAT DI KA'BAH?????? DIA LAGI DUDUK2 DI
SANA? sehinggah kiblat kita harus benar2 tepat arahnya tidak boleh melenceng
sedikitpun saya rasa tidak...

yg paling utama adalah kita kaum muslimin ketika menerima suatu wacana atau
pengetahuan harus kita ketahui sumbernya,apakah ada standar ganda,atau maksud2
tertentu,karena menurut saya..hal ini di cetus oleh sebagian ilmuan untuk
memutarbalikan pemikiran sekali lagi unutuk memutarbalikan pemikiran kita atas ada nya
keinginan penggantian standar waktu dunia dari GMT menjadi MMT ( mekkah meredian time)


WASSALAM,SEMOGA BERKAH

Komentar

  1. Sebuah pendapat yang sangat beresiko. Siapapun yang tidak menghadap Ka'bah maka bisa jadi bukan golongan Nabi Muhammad SAW.

    Menghadap Ka'bah bukan karena Allah ada disana, tapi Nabi tahu bahwa diatas Ka'bah ada 70 000 Malaikat melakukan Tawaf setiap hari.
    Banyak hikmah lain.

    Siapapun yang bersandar pada "Kemanapun kamu menghadap, disitulah Wajah Allah", maka mereka sedang menghina Nabi Muhammad SAW karena buat apa Nabi menengadah berulang ulang jika shalat boleh menghadap kemana saja.

    http://bacapahamquran.blogspot.com/2014/02/kepada-seluruh-umat-muslim.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terminologi menghadap ini secara visual apa hanya arah pak... Kl Bpk sebut kan harus menghadap... Gak cukup duit ku setiap sholat harus ke masjidil haram supaya bisa menghadap} kiblat.

      Hapus

Posting Komentar

GIVE YOUR COMENT...OK

Postingan Populer