FILOSOFI NASI URAP


Tidak ada yang tahu pasti kapan nasi urap ini ada di negeri kita,apa itu nasi urap!,nasi urap adalah jenis masakan khas daerah jawa,daerah jawa bagian mana itu yang tidak dapat di pastikan.
masakan ini terbuat dari berbagai macam sayur sayuran biasanya ,kacang panjang,genjer,daun singkong,toge dan lain-lain, di campur dengan serundeng parutan kelapa!.....kembali ke sejarah nasi urap ini...memang tidak ada literatur atupun data-data yang pasti tentang sejarah masakan ini,tapi yang pasti masakan ini telah ada di negeri kita dari dulu kala sampai sekarang dan menjadi salah satu  dari sekian banyak keanekaragaman jenis masakan di nusantara....

Di sini saya tidak mengupas secara detail tentang  hal tesebut,yang ingin saya sampaikan adalah dari kesederhanaan nasi urap tersebut setelah Saya pikir-pikir sangat memiliki makna yang indah dalam hubungnya dengan falsafah  hidup dan keaneka ragaman serta sebagai perlambang tentang kerjasama dan kekompakan.


Nasi urap ini biasanya adalah masakan pendamping dari tumpeng....dimana selaLu di sajikan dalam acara-acara  kenduri, yang di masyarakat kita sering dilaksanakan untuk mengadakan semacam acara syukuran , duduk lesehan dengan menggelar tikar dan kumpul  bersama dengan warga sekitar yang di undang....dimana diderah saya hal ini menjadi tradisi dan selalu di lakukan.....
Dimana letak filosofi yang saya sebutkn tadi?memang sekilas seperttinya tidak ada yang istimewa dengan masakan tersebut dengan kata lain sudah biasa dan lumrah utuk di sajikan.di sinilah letak istimewanya sebuah kelumrahan yang berjalan seadanya...padahal di tilik  baik-baik dari masakan ini banyak makna yang terkandung di dalamnya...

Mari kita telaah!...nasi urap terdiri dari nasi putih melambangkan niat yang tulus dan bersih, wujud kesyukuran tertinggi kita dikarenakan merupakan makan pokok kita  sebagai hasil bumi, tempat asal muasal nya diri kita.. kemudian  jenis sayur mayur...melambangkan berbagai bentuk karakter manusia,pola pikir dan perbedaan yang ada..di sajikan denga merebusnya terlebih dahulu tanpa tambahan bumbu apapun, di sini bermakna bahwa semua ego,karakter dan bebagai macam perbedaan hendaknya di lebur(di rebus) dalam satu posisi yang sama tanpa mengedepankan "bumbu" kekayaan,kepangkatan dan lain-lain,semua sama dan setara.setelah itu seluruh rebusan sayur mayur tersebut di campur secara merata dengan parutan kelapa melambangkan harmonisasi keanekaragman ,kesataraan yang merata,sama di rasa dan dibagi dan siap berkarya bersama-sama. dalam artian nasi urap telah siap saji untuk di santap...
bisa saja filosofi ini hanya bagian dari pemikiran saya,tapi demi melihat energi ataupun aura dari nasi urap ini..yaitu.semua  bergembira dalam kenduri tersebut.. dan sangat menikmati nasi urap tersebut.
Jadi intinya adalah wujud keaneka ragaman dan kekompakan yang mengalir didalam kehidupan bermasyarakat terlambangkan dengan nasi urap tersebut...

Semoga saja dengan filosofi dan tradisi yang saya sebutkan menjadi khazanah pemahaman baru bagi rekan-rekan semua

Terimah kasih.....






Komentar

Postingan Populer